Rabu, 01 Februari 2017

Cetak Undangan Pernikahan Di Pasar Tebet

Cetak-Undangan-Pernikahan-Di-Pasar-Tebet, Undangan Pernikahan Yang Unik, Contoh Undangan Pernikahan Kristen Protestan, Kartu Undangan Ultah, Undangan Nikah Jogja, Undangan Hardcover Murah, Kartu Undangan Pernikahan Bali, Model Undangan Pernikahan Unik Dan Murah, Kartu Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Inggris, Undangan Gulung Murah, Kartu Undangan Pernikahan Murah Di Jakarta, Pesan Undangan Pernikahan, Cetak Undangan Pernikahan Jakarta, Kartu Undangan Nikah, Contoh Kartu Undangan Ulang Tahun Anak, Kartu Undangan Pernikahan Bandung,
Cetak Undangan Pernikahan Di Pasar Tebet


















Cetak Undangan Pernikahan Di Pasar Tebet,Membuat Undangan Pernikahan Bahasa Jawa,Undangan Termurah Di Surabaya,Kartu Undangan Pernikahan Solo,

Tampilan dari undangan pernikahan elegan di atas ini menggunakan warna polos untuk warna backgroundnya, dengan tambahan opening letter berwarna emas di bagian tulisan “a wedding invitation” dan nama panggilan calon pengantin yang dibentuk secara vertikal. Di bagian isi undangan di bentuk background dengan dua warna yang berbeda, yaitu warna putih dan warna hitam. Di bagian warna putihnya diisi inti undangan, sedangkan di bagian sisi yang hitam diisi kata kata undangan.

Untuk keterangan lebih detailnya, undangan pernikahan ini termasuk undangan satu warna, serta berbentuk lipat 2 yang dibuka menghadap ke atas. Undangan nikah ini memiliki ukuran 10,5 x 22 cm. Jenis kertas yang digunakan sebagai bahan dasar undangan ini adalah jenis kertas ivory.



Spesifikasi kartu undangan pernikahan di atas adalah sebagai berikut :

– Undangan hard cover satu warna

– Hotprint gold

– Bentuk lipat 2

– Ukuran 10,5 x 22 cm. posisi tertutup

– Jenis kertas yang digunakan adalah kertas ivory.



Harga per 1000 @Rp 6.050,-

Harga per 700 @Rp 6.250,-

Harga per 500 @Rp 6.450,-

Harga per 300 @Rp 6.600,-

Harga undangan nikah bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan harga bahan dasar kertas.



Pemesanan wedding card di tempat kami, kami layani secara online dan offline. Untuk anda yang ingin memesan secara online silahkan hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475 atau kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com.

Untuk anda yang sedang berada di Yogyakarta dan ingin langsung datang berkunjung memesan kartu nikahan, silahkan datang ke alamat Jl.Perum Candi Gebang 2 no.22 atau di outlet cabang kami di Jl. Kaliurang km 5.



Segala sesuatu pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Menikah muda juga punya kelebihan dan kekurangan, begitu juga jika telat menikah. Telat menikah bukan berarti semuanya buruk, karena pasti ada juga sisi baiknya. Karena itu, mari kita lihat apa saja yang menjadi kelebihan dan kerugian jika suami istri telat men

Kekurangan
Setelah menikah, bila seorang wanita baru hamil setelah usia 35 tahun, maka indung telur tidak pernah istirahat sejak pertama kali ovulasi (sejak keluarnya telur dari indung telur). Artinya, setiap bulan akan terjadi proses pematang dan keluarnya telur sehingga resiko terkena kanker indung telur lebih besar. Selain itu, dalam laporan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PLoS Medicine ini menyebutkan bahwa bayi yang terlahir dari ayah yang sudah berumur tua memiliki kecerdasan dan kemampuan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang punya ayah pria dewasa muda.

Kelebihan
Namun, tentu ada kelebihan yang dimiliki pasangan yang telat menikah. Mereka telah banyak makan asam garam kehidupan sehingga banyak belajar dari orang-orang di sekitar mereka yang telah menikah. Bahkan mungkin, anak-anak teman/saudara mereka dijadikan “eksperimen” agar menjadi ahli di dalam mengurus anak. Selain itu, tentu kehidupan yang mapan lebih dirasakan oleh keduanya. Karena, keduanya sama-sama sudah punya penghasilan yang mapan pula. Uniknya lagi, anak-anak yang terlahir dari ibu yang berumur lebih tua ternyata memiliki skor kecerdasan lebih tinggi dibanding yang beribukan wanita muda.

Idealnya
Usia ideal wanita untuk menikah dan hamil sehat adalah 20-30 tahun. Usia <20 tahun atau >30 tahun memiliki resiko yang tinggi untuk terjadinya kesulitan seperti pendarahan, darah tinggi pada kehamilan, atau penyakit kencing manis, dan atau juga pada janin (terutama resiko cacat bawaan). Sedangkan untuk pria di bawah 30 tahun, hal ini karena pengaruh pada keturunan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar